Satgas Pamtas Yonif 407/PK Kembali Gagalkan Penyelundupan Puluhan Kaleng Miras

Kapuas Hulu, Senin (25/1/21) – Guna mencegah masuknya barang ilegal. Satgas Pamtas RI-Malaysia sektor timur Kalimantan Barat Yonif 407/Padma Kusuma kembali berhasil menggagalkan penyelundupan barang terlarang dari Malaysia. Kali ini, puluhan kaleng miras berhasil diamankan dijalan tikus Desa Nanga Bayan, Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang.

Penggagalan masuknya barang ilegal ini berdasarkan kegiatan patroli rutin yang dilaksanakan Pos Nanga Bayan. Kegiatan patroli rutin tersebut untuk menciptakan rasa aman di sekitar masyarakat perbatasan dari perlintasan barang dan orang tanpa dokumen sah.

Demikian disampaikan Dansatgas Pamtas RI-MLY Yonif 407/PK Letkol Inf Catur Irawan di Pos Kotis Nanga Badau.

Dijelaskan Dansatgas, personelnya di Pos Nanga Bayan yang dipimpin Batih SSK III Serka Agus Triyanto beserta enam orang personel melaksanakan patroli di tempat atau jalan yang sudah dicurigai sebagai pelolosan warga masyarakat baik dari Indonesia ataupun dari Malaysia untuk menyelundupkan barang ilegal.

Lanjut Dansatgas, tanpa sengaja salah satu personel melihat warga yang melintas, kemudian warga tersebut yang juga melihat personel Satgas langsung melempar barang bawaannya dan lari menuju arah Malaysia.

“Diduga barang yang diamankan hanya sebagian kecil dari barang ilegal yang sudah masuk di perbatasan,” terangnya.

Sementara itu, kata Dansatgas, untuk barang-barang yang ditinggalkan berupa 1 dus yang berisikan 24 kaleng Miras Merk Snow Beer, dan diamankan di Pos Nanga Bayan untuk dilaporkan ke Komando Atas.

Dansatgas juga menegaskan, bahwa ini sudah menjadi tugas sebagai satuan pengamanan perbatasan untuk mencegah kegiatan ilegal di sepanjang perbatasan Kabupaten Sintang dan Kabupaten Kapuas Hulu dengan negri jiran Khususnya, untuk menciptakan rasa aman dilingkungan masyarakat dari peredaran barang-barang ilegal atau pelintas batas ilegal.

“Kami tetap tidak akan berhenti melaksanakan patroli dan pemeriksaan rutin, baik malam maupun siang hari. Supaya, barang ilegal dan terlarang tidak dapat masuk perbatasan Indonesia. Kami akan selalu berkoordinasi dengan instansi terkait,” tegas Dansatgas mengakhiri. (Pendam XII/Tpr)