Lantik dan Sumpah 500 Prajurit Tamtama, Pangdam XII/Tpr : Tingkatkan Budaya Belajar dan Berlatih

Singkawang, Sabtu (10/4/21) – Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad secara resmi menutup pendidikan sekaligus melantik dan mengambil sumpah sebanyak 500 (Lima Ratus) prajurit Tamtama TNI AD bertempat di Tribun Lapangan Sapta Marga, Makorindam XII/Tpr, Kota Singkawang.

Sebelum dilantik dan diambil sumpah oleh Pangdam, para Prajurit Muda tersebut telah menyelesaikan Pendidikan Pertama Tamtama PK TNI AD Gelombang II TA 2020 selama lima bulan atau 20 minggu di Secata Rindam XII/Tpr. Sejak dibuka pada Senin 23 November 2020 hingga ditutup pada Sabtu 10 April 2021.

Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad dalam amanatnya menegaskan, tuntutan sebagai Prajurit TNI AD di masa depan, mencakup kesiapan fisik yang kuat disertai kemampuan dan keterampilan. Untuk itu, tuntutan prajurit agar selalu meningkatkan kemampuan menjadi kebutuhan yang paling hakiki.

“Untuk itu, tingkatkan budaya belajar dan berlatih yang mengacu kepada Tri Pola Dasar Pendidikan yang meliputi aspek fisik, mental dan intelektual secara seimbang. Sehingga, kalian akan memberikan andil yang besar bagi terbentuknya sumber daya prajurit yang berkualitas, tanggap, tanggon dan trengginas, sesuai postur prajurit yang ideal,” tegas Pangdam.

Selanjutnya Pangdam menyampaikan, bahwa Kodam XII/Tpr sebagai Kotama jajaran TNI AD dalam menyelenggarakan pendidikan berpedoman dengan kebijakan Komando Atas untuk memperoleh calon peserta didik yang terbaik, dan melalui pendidikan ini diharapkan para prajurit memiliki ilmu pengetahuan serta keterampilan sesuai tuntutan tugas sebagai Tamtama TNI AD.

“Pelantikan dan pengambilan sumpah ini menandakan bahwa kalian secara resmi memperoleh pengakuan dari negara dan mendapat status sebagai Prajurit TNI AD. Kewajiban bagi seorang prajurit yaitu setia secara lahir dan batin kepada NKRI,” ujar Pati yang pernah menjabat Kasdam VI/Mlw.

Oleh karena itu kepada para Tamtama yang baru dilantik, Pangdam XII/Tpr berpesan, bahwa perubahan status dari sipil menjadi Tamtama TNI AD, membawa konsekuensi logis sebagai awal dari tuntutan tugas yang harus diemban menjadi abdi negara dibidang pertahanan dan sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan dihadapan Tuhan Yang Maha Esa, kepada TNI, Rakyat, Bangsa dan Negara.

“Dengan berakhirnya pendidikan ini, dengan rasa bangga saya mengucapkan selamat atas keberhasilannya dalam menyelesaikan pendidikan, tunjukkan dan buktikan dengan sikap dan perilaku nyata pada saat mengikuti pendidikan lanjutan maupun pada saat bertugas nantinya,” tegas Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad. (Pendam XII/Tpr)