Home / Militer / Kodim 1207/BS Antisipasi Faham Radikal dan Bahaya Laten Komunis

Kodim 1207/BS Antisipasi Faham Radikal dan Bahaya Laten Komunis

Pontianak : Faham radikal dan  faham Komunis yang dapat muncul di wilayah manapun saat ini sangat membahayakan kelangsungan hidup bangsa dan negara serta kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia-NKRI. Sudah semestinya sosialisasi harus terus dilakukan, karena difahami semua bahwa setelah era reformasi untuk mata pelajaran sekolah banyak yang hilang, terutama tentang sejarah yang telah terjadi. Padahal generasi  muda sekarang dan yang akan datang harus tahu dan dapat mengantisipasi adanya bahaya-bahaya itu jika sewaktu-waktu muncul.

Kepala Staf Kodim-Kasdim 1207/BS Letnan Kolonel Infanteri Darodi Agus usai membuka Pembinaan Antisipasi Bahaya Laten Komunis-Balatkom dan faham radikal di Aula Makodim setempat, Rabu (29/11/2017) menegaskan pentingnya memberikan pemahaman tersebut, karena untuk mengantisipasi bahaya faham harus  tahu terlebih dahulu dari sejarah.

“Coba bayangka saja, bahaya radikal ketika toleransi kepada fihak lain itu sudah tidak ada, bisa saja terjadi di wilayah kita perpecahan antara agam ini dengan agama ini diadu domba, antara suku ini dengan suku ini diadu domba. Kebetulan bangsa kita ini adalah bangsa-bangsa pemberani semua , tidak ada bangsa yang penakut, kita ini kesatria semua. Termbuksi dengan adanya senjata di tiap-tiap daerah, adanya pahlawan di tiap-tiap daerah, berarti setiap daerah itu punya perlawanan , namun kita selalu gagal apabila kita diadu domba”, paparnya.

Kasdim 1207/BS mencontohkan, Belanda masuk ke Indonesia dengan Politik Devide et impera atau adu domba memecah belah dan Majapahit pun jatuh dengan perang paregrek, bukan karena diserang oleh Kerajaan lain. Artinya bangsa Indonesia ini merupakan keturunan-keturunan kesatria, tetapi dapat hancur ketika di adu domba dan hal itu diketahui betul oleh  musuh.

“Maka bagaya-bahaya ini akan memanfaatkan politik adu domba tadi. Oleh karena itu kita perlu mensosialisasikan dimulai dari sekaliling kita dulu dan setelah tahu dia akan keluarkan yang lain”, jelasnya.

Oleh karenanya melalui kegiatan sosialisasi ini kedepannya dapat disebarluaskan oleh Koramil-koramil kepada masyarakat dan sekelilingnya, sehingga masyarakat tahu jika sewaktu-waktu bahaya leten maupun radikal muncul., dapat mengantisipasinya dengan cepat dan tepat. Misalnya jika ada muncul isu perselisihan antar agama atau suku jelas itu merupakan bahaya faham radikal, atau isu-isu lain dapat terjadi karena bahaya leten komunis.

“Sudah seharusnya jika di kurikulum orde baru yang ada pengenalan masalah sejarah dan kejadian-kejadian dulu dan sekarang sadah tidak ada lagi, maka kegiatan-kegiatan itu perlu diadakan di luar sekolah”, pungkas Kasdim 1207/BS. Sumber : rri.co.id

About admin

Check Also

Melalui Karya Bhakti, Satgas Yonif 407 Bangun Kebersamaan Warga Perbatasan

Sintang, Sabtu (28/11/20) – Dalam upaya membangun, memelihara, meningkatkan dan memantapkan Kemanunggalan TNI-Rakyat. Satgas Pamtas …