Home / Militer / Dihajar Banjir, Kota Putussibau Lumpu

Dihajar Banjir, Kota Putussibau Lumpu

Putussibau/Pinoh – Banjir besar kembali melanda bumi Uncak Kapuas. Sebagian besar pemukiman warga dan beberapa ruas jalan protokol di Putussibau, Selasa (28/11) terendam banjir. Demikian juga di kecamatan-kecamatan yang sebagian besar terendam banjir dengan ketinggian air tersebut diperkirakan mencapai 50 cm 1 meter lebih. Terutama permukiman warha yang berada tidak jauh dari bantaran sungai Kapuas.

Curah hujan yang tinggi membuat debit air sungai Kapuas beranjak naik, sehingga meluap ke permukiman.Dari pantauan di lapangan, untuk ruas jalan protokol yang tergenang air diantaranya, jalan lintas selatan tak jauh dari simpang masuk ke SMA Negeri 2 Putussibau dengan ketinggian mencapai 50 cm, kemudian jalan A Yani Putussibau,  tepatnya depan Sekolah Karya Budi Putussibau dengan ketinggian hampir 70 cm.

Kondisi banjir tersebut membuat sebagian pengendara sulit melintas, bahkan yang tak berani menerobos akhirnya memutar arah berbalik. “Ini kayaknya naik terus airnya, tadi malam belum seberapa,” tutur Purwanto, warga Kedamin yang berjualan makanan keliling ini.

Sementara itu, Wandi warga Sejiram yang hendak mengikuti kegiatan di Putussibau mengaku kesulitan melintas di jalan A Yani tersebut, bahkan sebelumnya ia mengaku juga harus menerobos beberapa titik banjir menggenangi ruas jalan yang cukup dalam. “Saya tadi dari Sejiram, ada beberapa daerah yang banjir, rencana ada pertemuan, tapi kalau melihat banjir ini malah semakin naik, jadi kegiatan tak tekejar,”kata Wandi yang ragu menerobos banjir di jalan A Yani itu.

Akibat banjir, sejumlah sekolah juga tak bisa melaksanakan aktivitas belajar mengajar, bukan hanya bangunan sekolah yang terendam, tapi para guru dan siswa juga kesulitan keluar rumah maupun dan tak bisa melintas banjir di jalan. Selain itu, instansi pemerintah juga ada yang tak bisa beraktivitas karena banjir. Banjir juga merendam sejumlah fasilitas umum lainnya.

Di lapangan juga siaga aparat kepolisian dan TNI serta Tagana membantu memandu warga yang hendak melintas, bahkan ada motor warga mogok karena kemasukan air.  Banjir hebat menggenangi ruas jalan diwilayah Putussibau diperkirakan sejak subuh, hingga berita ini diturunkan Pukul 10.00 air belum juga surut. “Saya dari tadi nunggu disini, takut lewat apalagi pakai motor rendah pasti masuk air,” ungkap Salmah warga Putussibau.

Banjir juga merendam beberapa kecamatan, salah satunya di Embaloh Hulu, desa Ulak Pauk. Seperti disampaikan A. Lenggong, warga setempat ini mengakui poros jalan dari desa mereka untuk keluar ke jalan negara, lintas utara tak bisa dilewati baik kendaraan roda dua maupun empat.

“Ada jembatan yang arah menuju keluar ke jalan negara tadi mobil dan sepeda motor sudah tidak bisa lewat. Sekolah – sekolah dan rumah warga juga terendam banjir,” ungkap Lenggong ketika dihubungi, Selasa (28/11). Dia mengaku berencana turun ke Putussibau, tetapi karena banjir cukup dalam dirinya khawatir tidak bisa lewat.

Tergenang

Sementara itu, di Nanga Pinoh, belasan rumah warga di Jalan Pantai Desa Paal terendam banjir. Lalulintas kendaran di sekitar pusat pasar tradisional ini terhambat. Ini karena satu minggu terakhir hujan deras menguyur hulu sungai melawi.

“Tahun ini sudah dua kali banjir di jalan pantai. Ini karena lokasi rumah warga berada dataran rendah tepian sungai,” ucap Muklis, warga kecamatan Nanga Pinoh, Selasa (28/11). Dia mengatakan, kondisi cuaca kali ini tidak bisa diprediksi dengan baik. Ini terbukti dalam setahun dua kali banjir terjadi. Terutama tempat tinggal warga dipinggiran sungai Melawi.

Ia menuturkan, akibat banjir tahunan ini banyak kerugian material dialami masyarakat maupun pemerintah daerah. Seperti halnya jalan umum cepat rusak dan rumah warga yang rusak terendam air.

“Meskipun tidak ada korban jiwa. Tapi kerugian material tetap dialami masyarakat disekitarnya. Ini perlu menjadi perhatian bersama. Supaya permasalahan ini dapat dicarikan solusinya,” terang Muklis.

Sementara Koordinator Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Melawi Adang Wahyudi menanggapi permasalah banjir sudah sering dialami masyarakat di Jalan Pantai, Desa Paal, Kecamatan Nanga Pinoh.

“Banjir ini terjadi karena luapan air hulu sungai melawi turun ke dataran rendah di Nanga Pinoh. Tapi masyarakat kita minta tetap waspada terutama anak-anak jangan bermain air dibantaran sungai Melawi,” paparnya belum lama ini.

Dia menyatakan dengan adanya banjir. Banyak permasalahan terjadi dilingkungan masyarakat. Seperti halnya akses jalan umum terhambat. Serta meterial bangunan jalan cepat mengalami kerusakan.

“Banjir tahunan ini sudah biasa dialami masyarakat dipinggiran sungai melawi. Hanya saja perlu juga diwaspadai. Supaya kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga dengan baik,” imbuh koordinator Tim Tagana Kabupaten Melawi. Sumber : pontianakpost.co.id

About admin

Check Also

Cara Satgas Pamtas Yonif 642 Cegah Ilegal dan Peredaran Narkoba

Sanggau, Kamis (22/10/20) – Guna mencegah terjadinya kegiatan Ilegal dan peredaran Narkoba di wilayah perbatasan. …