Home / Militer / Kasad : Terorisme dan Radikalisme Ancaman Yang Tidak Pernah Padam

Kasad : Terorisme dan Radikalisme Ancaman Yang Tidak Pernah Padam

Kubu Raya, Prajurit Kodam XII/Tanjungpura melaksanakan upacara peringatan ke 72 Hari Ulang Tahun  Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Upacara Makesdam XII/Tpr Jalan Adisucipto Sungai Raya, Kubu Raya, Kamis (17/08/2017).

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono, dalam amanatnya yang dibacakan Inspektur Kodam XII/Tpr Kolonel Inf Sudarmadi selaku Irup mengatakan, bahwa upacara bendera tujuh belasan kali ini menjadi upacara yang istimewa. Karena upacara bendera dilaksanakan di tengah bangsa Indonesia sedang mengobarkan kembali semangat kebangsaan dengan merayakan hari kemerdekaan Ke-72.

Kasad mengingatkan  Prajurit dari gejolak situasi yang mengiringi penyelenggaraan Pilkada Serentak yang baru lalu, untuk dapat memetik pelajaran bahwa ancaman terhadap Bangsa dan Negara telah berkembang menjadi semakin kompleks dan sulit diidentifikasi, tidak hanya ancaman militer, tetapi juga ancaman non militer.

Menurut Kasad Perkembangan terorisme dan gerakan radikal kanan/kiri masih terus dirasakan sebagai ancaman yang tidak pernah padam. Demikian pula dengan maraknya anarkisme yang seringkali mengiringi penyampaian pendapat para buruh, pemuda dan mahasiswa, tawuran antar kelompok, penyalahgunaan Narkoba, serta penyebaran pornografi dan seks bebas. Jenis ancaman tersebut di atas, walaupun tergolong sebagai ancaman non militer, namun masih relatif mudah untuk dilihat dan dirasakan, serta dihadapi.

Dengan semakin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi, perlu dipahami juga bahwa disamping ancaman tersebut, saat ini telah semakin berkembang jenis ancaman baru. Ancaman ini yang lebih sulit dilihat dan dirasakan, namun memiliki potensi daya hancur yang lebih hebat terhadap kedaulatan sebuah Negara, yaitu ancaman informasi, tegas Kasad.

Arus informasi yang sangat deras tersebar melalui media teknologi, telah terbukti mampu mempengaruhi cara berpikir dan perilaku manusia. Fenomena Arab Spring yang diawali oleh kudeta di Mesir dan bermula dari provokasi yang tersebar lewat media sosial beberapa tahun yang lalu, merupakan bukti nyata yang dapat dijadikan sebagai pelajaran berharga tentang semakin besarnya potensi ancaman informasi.

Selain itu, menurut Kasad maraknya peredaran Narkoba juga merupakan ancaman yang nyata bagi kedaulatan Negara. Saat ini Indonesia berada pada kondisi Darurat Narkoba. Penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba berdampak buruk terhadap kesehatan, perkembangan sosial ekonomi serta keamanan dan kedamaian Indonesia. Narkoba secara nyata dapat memicu kejahatan lainnya seperti pencurian, pemerkosaan, pembunuhan dan berbagai kejahatan lain.

Indonesia bukan sekedar tempat transit, tetapi sudah menjadi pasar Narkoba terbesar di Asia. Lebih daripada itu, penyalahgunaan Narkoba telah menjamah hampir seluruh lapisan masyarakat, strata sosial ekonomi termasuk didalamnya institusi TNI.

Kasad  menekankan kepada para prajurit dan PNS TNI AD agar menjauhi pelanggaran terhadap penyalahgunaan Narkoba, karena TNI AD telah menyatakan untuk perang terhadap Narkoba.

Hadir dalam kesempatan tersebut  Para Perwira Stah Ahli Pangdam XII/Tpr, LO TNI AL, LO TNI AU, para Asisten Kasdam XII/Tpr, Para Kabalakdam XII/Tpr dan  Prajurit serta PNS Jajaran Kodam XII/Tpr wilayah Garnisun Pontiaak. Pendam XII/Tpr

About admin

Check Also

Lantik 550 Prajurit TNI AD, Pangdam XII/Tpr : Pegang Teguh Sapta Marga dan Sumpah Prajurit

Singkawang, Kamis (24/9/20) – Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad melantik sebanyak 550 …