Home / Militer / Kodim 1207/ BS Jembatani Solusi Cocok Tanam Tanpa Bakar

Kodim 1207/ BS Jembatani Solusi Cocok Tanam Tanpa Bakar

1207-SosKBRN, Pontianak: Konstruksi cetak sawah seluas 2000 hektar yang dikerjakan Kodam XII/ Tanjungpura yang berlokasi di wilayah Kodim 1207/ Berdiri Sendiri (BS) dengan berbagai kendala di lapangan saat ini baru tertanam sekitar 10 persennya. Atas kendala ini, Kodim 1207/BS melaporkan ke Direktur Pupuk dan Pestisida Kementerian Pertanian RI yang langsung menyambut baik dengan mempercayakan mitra kerjanya yang memproduksi Herbisida yang tergabung dalam Group Aliansi Stewardship Herbisida  Terbatas-Alister yang telah memberikan bantuan 600 liter lebih herbisida dan  dapat dimanfaatkan untuk membasmi rumput seluas 230 hektar.

Komandan Kodim-Dandim 1207/BS Kolonel Infanteri Jacky Ariestanto seusai  membuka Pelatihan Menggunakan Herbisida di Aula Kodim setempat, Selasa (7/3/2017), mengharapkan bantuan ini dapat dimanfaatkan oleh Gabungan Kelompok Tani-Gapoktan-gapoktan yang akan menanam lokasi Cetak sawah yaitu Kecamatan Batu Ampar, Kubu dan Sungai Kakap.

“Memang disini adalah herbisida dengan batas pakai, maksudnya yang bisa memakai adalah orang yang sudah dilatih, makanya diadakan pelatihannya, karena ini bahan kimia  yang kalau salah menggunakannnya orang bisa kena dampak dibidang kesehatan, termasuk juga  lingkungannnya sehingga perlu dilatih dulu dan inilah penatarannya,” papar Dandim.

Lebih lanjut Jacky Ariestanto menjelaskan, setelah para anggota Gapoktan selesai mengikuti pelatihan, selanjutnya Kodim 1207/BS ketika nanti menerima bantuan Herbisida segera  didistribusikan ke Gapoktan di tiga Kecamatan tersebut, yaitu Batu Ampar, Kubu dan Sungai Kakap.

“Dalam waktu seminggu paling lambat dua minggu, yang tentunya juga harus disambut Pemerintah Kabupaten Kubu Raya untuk menambah luas tambah tanam di atas  eks cetak sawah tahun 2016 di wilayah Kabupaten Kubu Raya , yaitu seluas 230 hektar dan Kodim siap dalam pendampingannya,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama Ketua Alister, Mulyadi Benteng menjelaskan pelatihan ini pihaknya mengajarkan terkait peraturan-peraturan Pemerintang tentang penggunaan Herbisida yang baik dan benar.

“Kemudian bagaimana membaca label itu artinya apa, kemudian bagaimana nanti menggunakan secara afektif dan efisien dengan dampak  negatif seminimal mungkin terhadap pengguna  jangan sampai nanti kita keracunan, kemudian  terhadap lingkungan jangan sampai nanti lingkungannya tercemar dan makhluk lain mati,” ungkapnya.

Mulyadi mengharapkan melalui pelatihan ini para petani benar-benar dapat memahami penggunaan herbisida dengan baik, karena ini racun yang dapat mematikas semua tumbuhan yang berwarna hijau.

“Selain efektif untuk membuka lahan baru, herbisida ini juga dapat mengalihkan bercocok tanam dari cara membakar ke bercocok tanam menggunakan herbisida yang dapat ditekan dampak negatifnya seminimal mungkin,” pungkasnya. (Hermanta/AKS)

About admin

Check Also

Babinsa Kebong Kampanyekan Gerakan 3M di Wilayah Wisata Bukit Kelam

Sintang, Rabu (25/11/20) – Dalam upaya pencegahan Covid-19 di wilayah binaan. Babinsa Kebong, Koramil 1205-19/Kelam, …